Monkey Forest, Caldera Wall and Sibaganding Limestone

Panorama bentang alam satuan batugamping Formasi Sibaganding yang berumur Mesozoik, terletak di tepi timur Danau Toba tepatnya pada ruas jalan lintas Parapat – Medan, tersusun oleh batugamping packstone, glokonitik grainstone, perselingan batulumpur – batupasir dan konglomerat (kiri) dan aspek karstifikasi dari batugamping yang teramati dari arah danau Toba, yang dikenal sebagai ‘batu gantung’ (kanan)
Batugamping Sibaganding merupakan bagian dari satuan batuan Formasi Sibaganding yang mempunyai kisaran umur dari Kapur (Mesozoikum) hingga Eosen (Kenozoikum, Tersier). Satuan batuan Sibaganding tersusun oleh batugamping packstone, glokonitik grainstone, perselingan batulumpur – batupasir dan konglomerat. Aspek karstifikasi dari batugamping yang teramati dari arah danau Toba sebagai fosil karst, yang dikenal sebagai ‘batu gantung’
Patrajasa, Welded YTT Tilt Blocks

Singkapan endapan ignimbrite terlaskan dari Tuff Toba Termuda (welded-YTT) yang terdapat di komplek Patrajasa – Sibaganding, merupakan bongkah lengseran (tilt bloks) yang terdapat pada dinding kaldera yang tersusun oleh Batugamping-meta dari Formasi Sibaganding (kanan)
Batuan Tuf Toba Termuda (YTT) yang tersingkap di kawasan Pertamina Cottage, adalah batuan ignimbrit yang terlaskan, yang merupakan produk dari erupsi Kaldera Porsea. Satuan batuan ini dijumpai di sekitar semanajung Uluan, dan pada lereng-lereng terjal pada tepi danau Toba. Batuan Tuf Toba Termuda (YTT) terdapat menyelimuti seluruh tinggian terutama pada plateu dinding kaldera, sedangkan pada bagian dalam kaldera tidak dijumpai endapan YTT, kecuali di kawasan Blok Uluan.
Monkey Forest, Caldera Wall and Sibaganding Limestone

Endapan jatuhan piroklastik berbatuapung produk dari erupsi Kaldera Sibandang (YTT) yang menutupi bagian blok Uluan sebelum runtuh